Breaking News
09:24
Advertisement

Matematika Jadi Jembatan Global, Dua Dosen UIN Saizu Mengajar di Filipina

10 10 06.42.13
Dosen UIN Saizu dan UMDC Filipina berfoto bersama dalam program ITT 2026, Selasa (6/10/2026). (Foto: Dok. PKHI UIN Saizu)
Bagikan
Lihat Tersimpan

BERSWARANEWS.id PURWOKERTO – Internasionalisasi perguruan tinggi tak cukup berhenti pada kerja sama di atas kertas. Dua dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menerjemahkannya ke ruang kelas internasional melalui program International Teaching Team (ITT) 2026 di University of Mindanao Digos College (UMDC), Filipina.

Kedua dosen tersebut, Dr. Maria Ulpah dan Fitria Zana Kumala dari Jurusan Pendidikan Matematika, terlibat dalam pertukaran dosen tamu (Guest Lecturer Exchange), Selasa (6/10/2026). Mereka berbagi pengetahuan sekaligus memperluas interaksi akademik lintas negara.

Maria Ulpah membawakan materi Islamic/Arabic Mathematics bersama Prof. Retchelle P. Sangco, mengulas perkembangan matematika dalam tradisi keilmuan Islam dan Arab serta kontribusi ilmuwan Muslim terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Fitria Zana Kumala mengajar Elementary Statistics & Probability bersama Prof. Maria Cristine Joy V. Anter. Materi tersebut membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar statistika dan probabilitas untuk penelitian pendidikan, pengolahan data, hingga penarikan kesimpulan berbasis bukti empiris.

Kepala Pusat Kajian dan Kantor Urusan Internasional (PKHI) UIN Saizu, Dr. Mohamad Sobirin, M.Hum., menegaskan bahwa ITT 2026 bukan sekadar agenda pengajaran internasional, melainkan instrumen diplomasi akademik untuk memperluas jejaring dan memperkuat reputasi perguruan tinggi di Asia Tenggara.

“Kolaborasi antara UIN Saizu dan UMDC Philippines memperkuat reputasi perguruan tinggi di kancah Asia Tenggara sekaligus memberikan pengalaman global yang berharga bagi dosen maupun mahasiswa,” ujarnya.

Ke depan, program ini diharapkan berkembang melampaui pertukaran pengajaran menuju penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan pembelajaran lintas negara.

Partisipasi dua dosen FTIK tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Saizu memperluas kiprah akademiknya di tingkat internasional. Tantangan berikutnya ialah memastikan jejaring global itu berbuah kolaborasi berkelanjutan dan peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar partisipasi dalam forum internasional. (Widhi)

Penulis

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *