Breaking News
17:23
Advertisement

Kukuhkan 404 Atlet, Banyumas Pasang Target 56 Emas di Porprov 2026

10 10 03.56.42
Bagikan
Lihat Tersimpan

BERSWARANEWS.id PURWOKERTO – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengukuhkan dan melepas 404 atlet serta 105 pelatih kontingen Banyumas untuk berlaga di Porprov Jawa Tengah 2026 di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (10/10/2026).

KONI Banyumas membidik lonjakan prestasi dengan target lima besar Porprov Jateng 2026. Tak tanggung-tanggung, kontingen dipatok meraih 56 medali emas, 77 perak, dan 101 perunggu, setelah pada Porprov 2023 finis di peringkat kedelapan dengan koleksi 29 emas, 44 perak, dan 50 perunggu. Target tersebut menjadi ujian untuk membuktikan bahwa peningkatan dukungan dan persiapan mampu berbuah lonjakan prestasi.

Dukungan pemerintah, pemusatan latihan, penguatan mental, hingga insentif medali telah disiapkan. Kini, pembuktiannya berada di arena pertandingan.

Ketua Umum KONI Banyumas Arie Suprapto menyebut, kontingen Banyumas menjadi salah satu yang terbesar setelah Kota Semarang dan Surakarta. Namun, besarnya kekuatan personel harus berbanding lurus dengan prestasi.

“Harapannya bukan hanya besar kontingennya, tetapi besar juga prestasinya,” tegas Arie.

Banyumas datang dengan ambisi memperbaiki catatan Porprov 2023, ketika finis di peringkat kedelapan dengan raihan 29 emas, 44 perak, dan 50 perunggu. Evaluasi performa cabang olahraga, hasil pra-Porprov, serta rekam jejak atlet dalam berbagai turnamen menjadi dasar penyusunan target baru.

Hasil pemetaan KONI mengarah pada sasaran ambisius: 56 medali emas, 77 perak, dan 101 perunggu. Perolehan itu dinilai berpeluang mengantar Banyumas ke tiga besar. Meski demikian, KONI menetapkan lima besar sebagai target realistis.

“Kalau kemudian ending-nya tiga besar, ini bonus buat masyarakat Banyumas,” kata Arie.

Mental tempur jadi taruhan

Persiapan kontingen tak hanya bertumpu pada kemampuan teknis dan fisik. KONI juga menggembleng mental atlet melalui character building di Batalyon Infanteri 405, sebagai upaya membangun disiplin, nasionalisme, kekompakan, dan daya juang.

Sebanyak 33 cabang olahraga menjalani pemusatan latihan terpusat, sementara delapan cabang lainnya berlatih secara desentralisasi menyesuaikan lokasi dan kebutuhan venue. Menurut Arie, kesiapan atlet terus dipantau melalui bidang pembinaan prestasi, mencakup aspek teknik, fisik, dan mental.

Arie meminta sisa waktu persiapan dimanfaatkan secara maksimal. Baginya, dukungan anggaran dan fasilitas dari pemerintah daerah harus dijawab dengan prestasi nyata, bukan sekadar semangat di atas podium pengukuhan.

“Buktikan bahwa Banyumas punya semangat tempur yang luar biasa. Jangan takut berhadapan dengan siapa pun,” ujarnya.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap atlet membawa tanggung jawab lebih besar daripada kepentingan pribadi: menjaga kehormatan daerah dan mengubah dukungan masyarakat menjadi medali.

10 10 03.59.14

Bupati: bertanding dengan percaya diri

Bupati Sadewo Tri Lastiono menegaskan, pengukuhan merupakan bagian penting dari perjalanan atlet dan pelatih setelah melewati rangkaian pembinaan, seleksi, serta latihan. Ia meminta kontingen tampil dengan percaya diri, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Bertandinglah dengan penuh rasa percaya diri, jaga kekompakan, dan jangan lupa hormati lawan,” pesannya.

Sadewo juga meminta pelatih dan pendamping memastikan kondisi atlet tetap terjaga selama pertandingan. Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak semata-mata diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses yang membentuk disiplin, kerja sama, dan karakter.

Meski demikian, pemerintah daerah berharap kontingen pulang membawa prestasi terbaik. Sadewo menyatakan akan menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih kemenangan, meski nominalnya belum dipastikan dalam sambutan tersebut.

10 10 04.00.12

Kini, target lima besar menjadi ujian sesungguhnya bagi Banyumas. Dengan 404 atlet, dukungan 105 pelatih, dan sasaran 56 emas, kontingen memiliki modal untuk mendaki klasemen. Namun, besarnya kontingen dan tingginya target hanya akan berarti jika terkonversi menjadi prestasi.

Porprov 2026 bukan lagi panggung untuk menjanjikan kebangkitan. Bagi Banyumas, inilah saatnya membuktikannya. (Widhi)

Penulis

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *