Breaking News
08:53
Advertisement

Gekrafs Banyumas Diminta Ubah Kreativitas Menjadi Mesin Ekonomi

10 04 06.40.10
Bagikan
Lihat Tersimpan

BERSWARANEWS.id PURWOKERTO – Ekonomi kreatif Banyumas didorong keluar dari sekadar aktivitas komunitas dan kreativitas personal menjadi kekuatan ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dorongan itu mengemuka saat Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPC Gekrafs) Banyumas di Ballroom Hotel Luminor Purwokerto, Sabtu (3/10/2026).

Sadewo mengatakan Banyumas memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi kreatif, mulai dari sumber daya manusia, kreativitas anak muda, kekayaan budaya, hingga beragam subsektor seperti kuliner, fashion, kriya, seni dan industri digital.

Menurut dia, potensi tersebut perlu dikonversi menjadi aktivitas ekonomi yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

“Potensi tersebut harus kita dorong agar tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi, tetapi berkembang menjadi kekuatan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mengangkat identitas Banyumas,” kata Sadewo.

10 04 06.38.41

Sadewo berharap Gekrafs tidak berhenti sebagai organisasi atau wadah berkumpulnya pelaku ekonomi kreatif. Organisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, membuka akses pasar, serta mendorong lahirnya produk kreatif Banyumas yang memiliki daya jual.

Ia juga menekankan agar pertumbuhan ekonomi kreatif tidak terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Potensi desa, kecamatan, dan komunitas harus memperoleh ruang yang sama untuk berkembang.

“Jangan sampai ekonomi kreatif hanya berkembang di pusat kota. Saya ingin potensi kreatif di desa-desa, kecamatan, dan berbagai komunitas dapat tumbuh dan memiliki ruang yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Gekrafs Banyumas Erik menegaskan pelantikan bukan tujuan akhir, melainkan titik awal kerja organisasi. Menurut dia, ekonomi kreatif Banyumas memiliki spektrum luas, dari kuliner, musik, event, otomotif, fashion, industri digital hingga seni dan jurnalistik.

“Pekerjaan kita baru dimulai malam ini. Kita harus memperkuat kolaborasi, networking, promosi, pendampingan, serta membuka peluang-peluang baru di seluruh sektor ekonomi kreatif,” tegas Erik.

Ia mengatakan Gekrafs Banyumas membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat. Dengan jejaring tersebut, ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menciptakan rantai nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

10 04 06.39.19

Pelantikan pengurus DPC Gekrafs Banyumas yang dihadiri jajaran Forkopimda dan sejumlah tamu undangan itu sekaligus menandai dimulainya kerja organisasi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terintegrasi di Banyumas. (Widhi)

Penulis

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *