Breaking News
02:20
Advertisement

TC Digeber, Banyumas Panaskan Mesin Menuju Porprov Jateng 2026

10 05 10.33.36
Bagikan
Lihat Tersimpan

BERSWARANEWS.id PURWOKERTO – Banyumas tak mau datang ke Porprov Jawa Tengah XVII hanya untuk meramaikan arena. Dari GOR Sasana Krida, mesin persaingan mulai dipanaskan lewat Training Center (TC), dengan satu target yang dipasang tegas: mendongkrak posisi Banyumas hingga menembus lima besar.

Tekad itu ditegaskan dalam pembekalan Training Center (TC) Kontingen Banyumas di GOR Sasana Krida, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyumas, atlet, serta pelatih dari berbagai cabang olahraga (cabor).

Ketua Umum KONI Banyumas Arie Suprapto menegaskan, TC menjadi fase penting untuk mematangkan kesiapan atlet sebelum bertarung di arena Porprov. Pemusatan latihan tidak hanya menyasar aspek teknik dan fisik, tetapi juga disiplin, kesehatan, serta mental bertanding.

“TC ini pemusatan latihan. Harapannya, selain teknis dan fisik, atlet semakin disiplin dalam latihan. Kami juga melakukan kontrol secara langsung,” kata Arie.

Target pun dipasang jelas. Banyumas ingin naik peringkat dan menembus lima besar.

10 05 10.31.33

Menurut Arie, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil apabila seluruh atlet mampu menjaga disiplin dan mengeluarkan kemampuan terbaik saat pertandingan.

“Disiplin dan jaga kesehatan. Buktikan atlet-atlet Banyumas punya disiplin yang luar biasa. Kalau disiplin benar-benar dijalankan, target medali dan prestasi bukan hal yang tidak mungkin diraih,” ujarnya.

Emas Ada Saweran

Untuk menambah daya juang atlet, KONI Banyumas menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil mempersembahkan medali emas.

“Kali ini semua, bagi kalian yang meraih medali emas pasti ada saweran,” ujar Arie, yang langsung disambut tepuk tangan para atlet.

Namun bonus tersebut bukan sekadar penghargaan. Arie meminta para atlet menjawab dukungan yang telah diberikan dengan prestasi nyata.

“Saya minta buktikan, buktikan prestasi kalian untuk masyarakat Banyumas,” tegasnya.

KONI juga memastikan kebutuhan perlengkapan kontingen telah dipersiapkan. Mulai topi, jersey, jaket, training, sepatu, kaus kaki, handuk hingga tas disebut telah tersedia dan sudah dibagikan kepada atlet ketika berada di hotel.

Puncak persiapan dijadwalkan berlangsung 10 Oktober. Para atlet akan dikumpulkan di Pendopo Sipanji untuk mengikuti pengukuhan kontingen sekaligus pelepasan oleh Bupati Banyumas.

313 Atlet Sentralisasi, 37 Atlet Desentralisasi

Kekuatan Banyumas di Porprov XVII Jateng 2026 dipersiapkan melalui dua pola pemusatan latihan.

Sebanyak 33 cabor menjalani sentralisasi, dengan total 313 atlet, terdiri atas 184 atlet putra dan 129 atlet putri. Mereka didukung 82 pelatih, yakni 70 pelatih putra dan 12 pelatih putri, serta 15 full timer yang terdiri atas 11 putra dan empat putri.

Sementara itu, delapan cabor menjalani desentralisasi di sejumlah daerah. Komposisinya mencapai 37 atlet, terdiri atas 30 putra dan tujuh putri, dengan dukungan 16 pelatih.

Dengan jumlah tersebut, Banyumas tidak datang ke Porprov sekadar memenuhi daftar peserta. Kontingen dipersiapkan untuk bertarung dengan target yang terukur.

Arie menyebut penyelenggaraan TC merupakan bagian dari kerja kolektif jajaran KONI, sekaligus bentuk keseriusan Banyumas mempersiapkan atlet menghadapi persaingan Porprov.

“Ini berkat kerja keras kita semua. Pengurus KONI kompak sebagai satu keluarga besar. Mindset kita adalah satu keluarga besar untuk keberhasilan dan kesuksesan prestasi olahraga Banyumas,” katanya.

10 05 10.32.28

Prestasi Tak Cukup dengan Anggaran

Di balik target lima besar, Arie juga menyoroti persoalan klasik pembinaan olahraga: ketersediaan venue.

Menurut dia, dukungan anggaran memang penting, tetapi tidak otomatis menghasilkan prestasi apabila tidak dibarengi fasilitas latihan dan pertandingan yang memadai.

“Kita masih perlu venue-venue yang memadai ke depannya agar bicara prestasi bisa seimbang, sejalan, dan simetris,” ujarnya.

Ia bahkan menegaskan, kekuatan anggaran dan kualitas venue harus berjalan beriringan.

“Anggarannya kuat kalau venuenya tidak memadai juga berat kalau bicara prestasi,” kata Arie.

KONI Banyumas, lanjutnya, mengapresiasi dukungan Bupati Banyumas dan berbagai instansi terkait terhadap pembinaan olahraga hingga penyelenggaraan Porprov XVII Jawa Tengah Semarang Raya 2026.

Kini, bola berada di tangan para atlet. Dukungan anggaran, TC, perlengkapan, pelatih, hingga bonus emas telah disiapkan. Tantangan berikutnya adalah mengubah seluruh fasilitas tersebut menjadi medali, peringkat, dan kebanggaan Banyumas di arena Porprov.

Target lima besar bukan lagi sekadar angka di atas kertas. Ia harus dibuktikan di papan klasemen. (Widhi)

Penulis

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *