Breaking News
16:22
Advertisement

Mengetuk Langit Saat Air Tak Lagi Mudah Didapat

10 12 12.54.42
Bagikan
Lihat Tersimpan

BerswaraNews.id Purwokerto – Kemarau mencekik Banyumas. Sebanyak 76.155 jiwa di 91 desa/kelurahan kesulitan air bersih. Senin (12/10/2026), ratusan warga menggelar Salat Istisqa, mengetuk langit saat air kian sulit didapat.

Berdasarkan data BPBD Banyumas per 12 Oktober 2026, kekeringan terus membayangi kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah kabupaten masih menyalurkan bantuan air bersih setiap hari, sementara Salat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual menghadapi kemarau berkepanjangan.

10 12 12.56.39

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, kekeringan telah menjadi keprihatinan bersama karena air menopang kebutuhan rumah tangga, pertanian, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

“Melalui Salat Istisqa ini, kita berikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan sekaligus memohon agar segera diturunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan,” katanya.

Sadewo mengapresiasi para ulama, tokoh agama, dan masyarakat yang mengikuti salat tersebut. Ia berharap kebersamaan dan keikhlasan warga menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera.

10 12 12.56.01

Namun, di tengah doa meminta hujan, krisis air juga menuntut kepedulian dalam penggunaan air sehari-hari.

Nur Hidayah, warga Kelurahan Tanjung, Purwokerto, mengaku belum mengalami kekurangan air. Meski demikian, ia prihatin terhadap warga lain yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

“Tahun ini kemaraunya lama banget, hujan belum turun-turun. Saya sendiri alhamdulillah belum kekurangan air, tapi justru makin prihatin melihat warga lain yang terdampak,” ujarnya.

Nur mengingatkan masyarakat agar tidak membuang-buang air ketika sebagian warga harus berjuang untuk mendapatkannya.

“Masih ada yang mengisi bak sampai meluap, air sisa dibuang begitu saja. Padahal banyak warga harus berjalan puluhan kilometer hanya untuk mencari air. Mari kita lebih bijak menggunakan air,” katanya.

10 12 12.58.57

Di tengah kemarau yang meluas, doa agar hujan segera turun berjalan beriringan dengan kebutuhan akan distribusi air bersih dan penghematan. Bagi puluhan ribu warga terdampak, air bukan sekadar harapan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi setiap hari. (Widhi)

Penulis

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *