BERSWARANEWS.id PURWOKERTO – Kebijakan parkir gratis di gerai Alfamart dan Indomaret di Kabupaten Banyumas dinilai berjalan efektif. Hampir 10 hari sejak diterapkan, Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas menyatakan belum menemukan kendala berarti dalam pelaksanaannya. Kebijakan ini bahkan mulai menarik minat jaringan ritel lain, termasuk Alfamidi.
Kepala Seksi Perparkiran Dishub Kabupaten Banyumas, Fadhil Jamaludin Nur Rozaq, S.STP., M.AP., menyampaikan bahwa penerapan kebijakan tersebut sejauh ini berjalan lancar berkat dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, berkat dorongan dari masyarakat Banyumas, penerapan kebijakan parkir gratis pada gerai Alfamart bisa dikatakan berhasil. Karena tidak ada kendala lainnya,” ujar Fadhil saat ditemui, Jumat (9/10/2026).
Meski menilai pelaksanaan kebijakan berjalan baik, Dishub Banyumas menegaskan pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada gerai yang masih memungut biaya parkir. Menurut Fadhil, pengawasan dilakukan melalui patroli rutin, disertai pembukaan kanal pengaduan bagi masyarakat.
“Kita masih tetap melaksanakan patroli, kemudian kita juga membuka hotline aduan melalui WhatsApp ataupun media sosial Instagram Dishub Banyumas,” jelasnya.
Fadhil meminta masyarakat segera melaporkan apabila masih menemukan praktik pungutan parkir di gerai yang seharusnya menerapkan parkir gratis. Pengaduan dapat disampaikan melalui WhatsApp di nomor 0822-6076-0746 atau Instagram Dishub Banyumas.
Di tengah pelaksanaan kebijakan tersebut, Dishub Banyumas juga menerima ketertarikan dari jaringan ritel lain. Fadhil mengungkapkan, manajemen Alfamidi telah mendatangi kantornya untuk berkonsultasi mengenai prosedur penerapan parkir gratis.
“Baru saja manajemen Alfamidi ke Dinas Perhubungan bertanya-tanya mengenai prosedur pembebasan parkir atau parkir gratis di Alfamart dan Indomaret. Kemungkinan besar Alfamidi juga akan mengikuti. Jumlah Alfamidi di Banyumas ada enam gerai,” ungkap Fadhil.
Dishub Banyumas menilai perluasan kebijakan ini berpotensi mengurangi praktik pungutan parkir di gerai ritel modern. Namun, konsistensi pengawasan dan kepatuhan pengelola di lapangan tetap menjadi kunci agar penerapan parkir gratis benar-benar dirasakan masyarakat.
Fadhil berharap keberhasilan program tersebut turut mengikis julukan Purwokerto sebagai “Kota Sejuta Tukang Parkir”.
“Alhamdulillah berhasil, untuk julukan kota sejuta tukang parkir Purwokerto bisa berkurang,” pungkasnya. (Widhi)





Tinggalkan Balasan