Breaking News
16:16
Advertisement

Rabies Mengintai dari Gigitan, Banyumas Perkuat Vaksinasi Hewan

10 06 01.49.10
Bagikan
Lihat Tersimpan

BERSWARANEWS.id BANYUMAS – Status Banyumas sebagai zona bebas rabies tidak membuat ancaman penyakit mematikan itu hilang. Pemerintah Kabupaten Banyumas justru memperkuat vaksinasi hewan untuk menutup celah penularan dari wilayah perbatasan yang belum bebas rabies.

Sebanyak 280 hewan peliharaan mengikuti vaksinasi rabies gratis dalam peringatan Hari Rabies Dunia 2026, Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang melibatkan Dinas Pertanian Banyumas, PDHI Cabang Jawa Tengah II, dan BBPTUHPT Baturraden itu juga disertai pemeriksaan kesehatan serta edukasi bagi pemilik hewan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Banyumas, Kusbiono, mengatakan Pemkab Banyumas menyediakan 800 dosis vaksin rabies gratis sepanjang 2026, meningkat dari 500 dosis pada tahun sebelumnya. Sebanyak 150 dosis di antaranya merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Meskipun Banyumas sudah menjadi zona bebas rabies, vaksin tetap harus dilakukan untuk mencegah penularan dari wilayah perbatasan,” kata Kusbiono.

10 06 01.51.16

Hingga Oktober 2026, sebanyak 208 dosis telah diberikan di Kecamatan Banyumas dan Tambak, sementara 300 dosis dialokasikan dalam kegiatan kali ini. Pemkab menargetkan vaksinasi gratis berlangsung di lima titik sepanjang 2026. Tiga titik telah terlaksana dan dua lainnya dijadwalkan bertahap.

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menegaskan rabies bukan sekadar persoalan kesehatan hewan, melainkan ancaman kesehatan masyarakat. Penyakit tersebut dapat menular kepada manusia melalui gigitan hewan terinfeksi dan berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.

“Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menular dari hewan kepada manusia. Pencegahannya membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujarnya.

10 06 01.49.48

Sebanyak 148 pemilik tercatat mendaftar dalam kegiatan tersebut. Pemerintah mendorong pemilik anjing, kucing, maupun kera tidak menunggu munculnya kasus untuk melakukan vaksinasi.

Vaksinasi menjadi garis pertahanan awal. Sebab, bebas rabies bukan berarti bebas risiko—terutama ketika mobilitas hewan dari wilayah yang masih memiliki kasus tidak dapat sepenuhnya dibendung. (Widhi)

Penulis

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *