BERSWARANEWS.id BANYUMAS – Konsolidasi internal Partai Golkar Kabupaten Banyumas memasuki tahap baru. Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI untuk wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 4 rampung digelar di empat kecamatan, Minggu (4/10/2026), dengan agenda utama memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.
Empat kecamatan tersebut yakni Jatilawang, Rawalo, Wangon, dan Kebasen. Muscam menetapkan sejumlah kader untuk memimpin Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar di wilayah masing-masing.
Di Jatilawang, posisi Ketua PK dipercayakan kepada Seger Biniari, A.Md. Sementara Rawalo menetapkan Dedi, sedangkan Kebasen memilih Ani Lestari sebagai pimpinan terpilih. Untuk Wangon, tahapan Muscam juga telah diselesaikan.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banyumas, Arief Dwi Kusumawardhana, S.E., M.A.P., menyampaikan ucapan selamat kepada para pimpinan kecamatan terpilih.

Menurut Arief, Muscam tidak berhenti pada agenda pergantian atau penetapan kepemimpinan organisasi. Forum tersebut harus menjadi titik awal untuk menghidupkan kembali kerja organisasi dan pelayanan politik partai di tingkat masyarakat.
“Kemenangan politik tidak hanya ditentukan oleh kekuatan di tingkat kabupaten, tetapi juga oleh seberapa kuat organisasi bekerja sampai ke tingkat desa dan kelurahan,” kata Arief.
Pernyataan tersebut sejalan dengan arah konsolidasi Golkar Banyumas yang sebelumnya juga diarahkan untuk memperkuat jaringan organisasi hingga tingkat bawah. Pada Juli 2026, konsolidasi bersama Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) di Banyumas telah menekankan penguatan organisasi dan persiapan jaringan saksi hingga tingkat tempat pemungutan suara.
Konsolidasi Tak Berhenti di Muscam
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Banyumas, Andik Pegiarto, S.KM., menegaskan bahwa rampungnya Muscam harus segera diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang konkret.

Tahap berikutnya adalah menyelesaikan kepengurusan di tingkat kecamatan. Setelah itu, konsolidasi akan diteruskan melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan Musyawarah Kelurahan (Muskel) untuk membentuk serta memperkuat struktur Golkar di tingkat desa dan kelurahan.
Bagi partai politik, struktur bukan sekadar kelengkapan administratif. Struktur yang aktif menjadi jalur komunikasi, konsolidasi kader sekaligus instrumen partai dalam menyerap dan mengartikulasikan kepentingan masyarakat.
Karena itu, tantangan pasca-Muscam bukan lagi soal siapa yang terpilih, melainkan bagaimana kepemimpinan baru mengubah mandat organisasi menjadi kerja politik yang terukur.
Dari Forum Organisasi ke Kerja Politik
Rampungnya Muscam XI di Dapil 4 menandai berakhirnya satu tahapan konsolidasi sekaligus dimulainya pekerjaan yang lebih substantif.
Golkar Banyumas kini dituntut memastikan struktur yang telah dibentuk tidak berhenti pada susunan kepengurusan. Mesin organisasi harus bergerak dari kecamatan ke desa dan kelurahan, membangun komunikasi dengan masyarakat serta memastikan kader bekerja secara berjenjang.
Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa konsolidasi internal Golkar Banyumas diarahkan bukan hanya untuk merapikan struktur, tetapi membangun kembali kapasitas organisasi menghadapi agenda politik mendatang. Sebelumnya, Arief juga menyatakan harapan agar penguatan komunikasi pusat-daerah dan konsolidasi organisasi dapat berkontribusi terhadap peningkatan perolehan kursi Golkar di Banyumas pada Pemilu mendatang.

Dengan demikian, Muscam XI bukan garis akhir konsolidasi. Ia menjadi pintu masuk menuju pekerjaan politik yang lebih panjang: memastikan struktur yang telah dipilih benar-benar hadir, bekerja, dan terhubung dengan masyarakat di tingkat paling bawah. (Widhi)





Tinggalkan Balasan