Breaking News
23:23
Advertisement

LKKNU–LTMNU Banyumas Dorong Masjid Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Masyarakat

10 03 09.07.18
Bagikan
Lihat Tersimpan

BERSWARANEWS.id BANYUMAS – Pencegahan penyakit masyarakat (PEKAT) tidak cukup berhenti pada forum seminar. Masjid, keluarga, lembaga sosial, dan aparat diminta bergerak bersama memperkuat edukasi serta pendampingan masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Seminar Pencegahan Penyakit Masyarakat (PEKAT) yang digelar LKKNU bersama LTMNU PCNU Banyumas di Aula PCNU Banyumas, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan dibuka Ketua PCNU Banyumas, Drs. H. Imam Hidayat, M.Pd.I., dan diikuti 102 peserta, melampaui target 80 peserta.

Peserta terdiri atas imam masjid, khatib, serta pengurus LKKNU dan LTMNU. Materi mencakup pencegahan judi online, narkoba, minuman keras, perilaku seksual berisiko, HIV/AIDS, serta penguatan edukasi, pendampingan dan layanan masyarakat.

Imam Hidayat menegaskan, PEKAT merupakan persoalan bersama yang membutuhkan gerakan lintas elemen.

“Pembasmian penyakit masyarakat bukan domain satu pihak saja, tetapi milik semua elemen masyarakat. Seminar ini tidak boleh berhenti sebagai seminar. Harus ada action.”

Menurutnya, masjid perlu dikembangkan sebagai ruang edukasi dan pendampingan masyarakat. LKKNU juga didorong memperluas bimbingan dan konseling hingga tingkat desa.

“Kita semuanya harus bergerak bersama, tidak bisa sendiri-sendiri, karena ini penyakit masyarakat.”

Judi Online dan Narkoba

Kasat Binmas Polresta Banyumas Kompol Sutrisno, S.H., M.H., menyoroti perkembangan teknologi yang membuat judi online dan berbagai perilaku berisiko semakin mudah menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia mengingatkan dampak judi online tidak berhenti pada persoalan hukum, tetapi dapat merembet ke kehidupan sosial dan ekonomi keluarga.

“Judi online harus dijauhi karena dampaknya tidak hanya menyentuh persoalan hukum, tetapi juga dapat merusak kehidupan sosial, ekonomi dan masa depan generasi muda.”

10 03 09.08.46

Ia juga mengingatkan ancaman narkoba, kenakalan remaja dan perilaku seksual berisiko yang dapat dipengaruhi lingkungan pergaulan, keluarga, teman sebaya, pornografi, minuman keras maupun teknologi.

Pesannya diringkas dalam satu kalimat: “Hidup sehat, narkoba tidak, prestasi yes.”

204 Kasus Baru HIV/AIDS

Persoalan kesehatan menjadi bagian penting seminar. Drs. Suwondo, MM, memaparkan, sepanjang Januari–Agustus 2026 terdapat 204 kasus baru HIV/AIDS yang terdeteksi melalui layanan kesehatan di Banyumas.

Dari jumlah tersebut, 116 kasus merupakan warga berdomisili Banyumas dan 88 kasus berasal dari luar Banyumas. Berdasarkan jenis kelamin, 164 kasus atau 80 persen merupakan laki-laki dan 40 kasus atau 20 persen perempuan.

Kasus terbanyak di tingkat kecamatan tercatat di Wangon dengan 11 kasus, Sokaraja 10 kasus, serta Cilongok dan Sumbang masing-masing sembilan kasus.

Suwondo menekankan pentingnya deteksi dini, kepatuhan terapi ARV, akses layanan kesehatan, sekaligus penghapusan stigma terhadap orang dengan HIV.

Ia menjelaskan HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti bersalaman, menggunakan toilet bersama, berbagi pakaian, makanan atau minuman. Terapi ARV yang dilakukan secara disiplin dapat mengendalikan virus, sementara prinsip Undetectable = Untransmittable (U=U) menjadi bagian penting dalam edukasi pencegahan penularan.

10 03 09.08.03

Perlindungan Pekerja

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto Vinca Meitasari, S.E., M.M., memberikan edukasi mengenai perlindungan pekerja melalui Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua.

Untuk pekerja sektor informal, iuran dasar perlindungan BPJS Ketenagakerjaan disebut sebesar Rp16.800 per bulan, dengan pilihan tambahan JHT Rp20.000.

“Hari apes tidak ada di kalender. Kalau terjadi sesuatu, kita punya sesuatu yang bisa ditinggalkan untuk istri dan anak.”

Dukungan juga datang dari BAZNAS Banyumas. Wakil Ketua IV BAZNAS Banyumas H. Kodir, S.H.I., M.Pd., menyatakan kolaborasi dengan berbagai komponen masyarakat akan terus didorong.

“Harapan kami ini bukan hari ini saja. BAZNAS akan berusaha semaksimal mungkin bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan Banyumas yang produktif, adil dan sejahtera.”

Ketua LKKNU Banyumas H. Kodir berharap materi seminar dapat diteruskan para imam dan khatib kepada masyarakat, sehingga edukasi pencegahan tidak berhenti di ruang seminar.

10 03 09.09.30

Kegiatan ditutup dengan launching dan penyerahan dua bahan edukasi, yakni buku “Merawat Fitrah, Menyelamatkan Generasi” dan Modul Edukasi Pencegahan HIV & AIDS, yang dilengkapi naskah khutbah lintas iman.

Seminar tersebut menegaskan satu agenda: pencegahan PEKAT membutuhkan kerja bersama dan kesinambungan, dengan masjid serta keluarga sebagai ruang penting untuk membangun ketahanan masyarakat dan generasi. (Widhi/Djarmanto)

Penulis

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *