Breaking News
18:00
Advertisement

ASPIKMAS Siapkan 5.200 UMKM Banyumas Naik Kelas Lewat Inkubasi Bisnis

10 02 03.52.00
Bagikan
Lihat Tersimpan

BERSWARANEWS. id Purwokerto – Sebanyak 5.200 UMKM Banyumas akan dibedah kapasitas bisnisnya dalam Kelas Inkubasi Bisnis ASPIKMAS, dari literasi keuangan hingga akses pasar, sebagai strategi mendorong usaha anggota naik kelas dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Program tersebut menjadi gebrakan awal kepengurusan ASPIKMAS periode 2026–2031 yang resmi dikukuhkan di Hetero Space Purwokerto, Jumat (2/10/2026).

Ketua Umum ASPIKMAS periode 2026–2031, Kukuh Prasetio, mengatakan program inkubasi menjadi langkah organisasi untuk menggeser fokus dari sekadar penguatan struktur menuju peningkatan kapasitas dan performa bisnis anggota.

Mengusung tema “ASPIKMAS Bertumbuh, Anggota Maju Melalui Semesta Ilmu”, kepengurusan baru akan membagi 5.200 anggota ke dalam kelompok kecil beranggotakan 5–10 pelaku UMKM di setiap kecamatan.

“Bisnis harus ditumbuhkan dengan ilmu, literasi, serta perhitungan yang matang. Melalui semangat Semesta Ilmu, kami ingin mendorong performa dan kualitas bisnis UMKM Banyumas secara nyata,” ujar Kukuh.

10 02 03.52.54

Pengurus ASPIKMAS tingkat kabupaten akan menyusun kurikulum dan modul pelatihan, sedangkan pengurus kecamatan menjadi fasilitator sekaligus pendamping langsung para pelaku usaha.

Model tersebut dirancang agar pembinaan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada pendampingan yang lebih dekat dengan persoalan bisnis sehari-hari. Dengan kelompok kecil di tingkat kecamatan, kebutuhan dan persoalan masing-masing pelaku UMKM diharapkan dapat diidentifikasi lebih spesifik.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyambut positif pembentukan kelas bisnis tersebut. Ia menekankan agar materi dan pendampingan benar-benar berangkat dari kebutuhan pasar serta diikuti upaya membuka akses pemasaran.

“Selamat kepada kepengurusan ASPIKMAS yang baru. Saya harap bisa bersinergi dengan organisasi UMKM lainnya,” kata Sadewo.

10 02 03.54.13

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan atau kelengkapan kurikulum. Ukuran akhirnya adalah perubahan ekonomi yang dirasakan langsung oleh pelaku UMKM.

“Ukuran keberhasilannya sederhana: semakin banyak UMKM Banyumas yang naik kelas, semakin luas pasarnya, semakin kuat usahanya, dan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta,” ujarnya.

Peluncuran Kelas Inkubasi Bisnis sekaligus menandai fase baru ASPIKMAS setelah enam tahun melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan. Tantangannya kini bukan lagi sekadar membangun jaringan kepengurusan, melainkan memastikan jaringan tersebut menghasilkan peningkatan kapasitas dan daya saing usaha anggota. (Widhi)

Penulis

Widhi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *