BERSWARANEWS.ID PURWOKERTO – Tiga puluh tahun setelah meninggalkan Banyumas untuk mengabdi dari Sumatera Utara hingga Aceh, Mayor Cba Putut Pringgodigdo kembali ke tanah kelahirannya. Kini, pengabdian itu memasuki babak baru: mulai 1 Oktober 2026, pangkatnya naik sebagai bagian dari penghargaan atas rekam jejak dan dedikasinya di jajaran TNI AD.
Perjalanan tersebut membawa Pringgodigdo dari penugasan kewilayahan hingga dunia pendidikan intelijen. Sebelum kembali ke Banyumas pada 2022, ia berdinas di Pusat Pendidikan Intelijen (Pusdik Intel) TNI AD pada 2016–2022 dan dipercaya sebagai guru militer (Gumil). Di sana, ia tercatat meraih predikat Gumil Intel Terbaik.
Kepulangannya ke Banyumas tidak sekadar menjadi perjalanan pulang seorang prajurit ke kampung halaman. Ia kemudian dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 071/Wijayakusuma, posisi yang menempatkannya di garis depan komunikasi antara institusi TNI AD dan masyarakat.
Pringgodigdo merupakan alumni SMP Negeri 6 Purwokerto tahun 1989 dan SMA Negeri 4 Purwokerto tahun 1992. Setahun setelah lulus SMA, ia meninggalkan Banyumas pada 1993 untuk menjalankan penugasan di Sumatera Utara hingga Aceh.
Hampir tiga dekade berlalu sebelum ia kembali ke Banyumas pada 2022. Pengalaman panjang di luar daerah kemudian berpadu dengan penugasannya di lingkungan Korem 071/Wijayakusuma.
Di luar kedinasan militer, Pringgodigdo juga aktif dalam pembinaan generasi muda dan bela diri. Ia dipercaya sebagai Andalan Kwartir Cabang Banyumas Bidang Bela Negara dan menyelesaikan Kursus Mahir Lanjutan (KML) dengan peringkat pertama pada 2024. Ia juga menjadi Wakil Pimpinan Saka Wirakartika Kodim 0701/Banyumas.
Di bidang bela diri kempo, ia menjabat Wakil Ketua Umum Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (PERKEMI) Kabupaten Banyumas dengan tingkat Dan II.
Beragam pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Pringgodigdo sebelum dan selama mengemban amanah sebagai Kapenrem 071/Wijayakusuma. Dalam posisi tersebut, ia tidak hanya berurusan dengan penyampaian informasi kegiatan satuan, tetapi juga menjalankan fungsi komunikasi TNI dengan publik.
Kenaikan pangkat yang berlaku 1 Oktober 2026 menjadi penanda fase baru perjalanan tersebut. Korem 071/Wijayakusuma menyampaikan ucapan selamat dan sukses, sekaligus berharap kenaikan pangkat itu menjadi energi baru untuk meningkatkan kinerja, menjaga profesionalisme, dan memperkuat kehadiran TNI AD di tengah masyarakat.
Berangkat dari Banyumas pada 1993, kembali hampir 30 tahun kemudian, dan kini menerima kenaikan pangkat. Perjalanan Mayor Putut Pringgodigdo menunjukkan bahwa pengabdian seorang prajurit kerap dibentuk oleh jarak, waktu, dan penugasan—sebelum akhirnya kembali bermuara di tanah kelahirannya. (Widhi)





Tinggalkan Balasan